Sabtu, 11 Juni 2011

yang sehat buat ibu menyusui

A.     Prinsip Gizi Bagi Ibu Menyusui
Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan.
Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
B. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Ibu Menyusui
Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah :
1. Pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang diproduksi per hari.
2.  Protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 15-20 gram protein sehari.
3. Suplementasi, jika makan sehari seimbang, suplementasi tidak diperlukan kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi.
4.  Aktivitas.
C. Pengaruh Status Gizi Bagi Ibu Menyusui
Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu itu sendiri.
D. Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui
Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nurisi baik adalah 70 kal/ 100 ml, dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/ hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/ hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengonsumsi 2300-2700 kal ketika menyusui (Dudek, 2001).
Protein. Ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan.
Cairan. Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter per hari, dalam bentuk air putih, susu dan jus buah.
Vitamin dan mineral. Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil.
E. Dampak Kekurangan Gizi Ibu Menyusui
Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang.
1. Buatlah setiap gigitan berarti
Makan makanan yang bermanfaat untuk menghasilkan susu yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan mempercepat kondisi setelah melahirkan.
2. Semua kalori tidak diciptakan setara.
Memilih makanan yang mengandung kalori sesuai dengan kebutuhan.
3. Jika anda kelaparan, maka bayi juga.
Jangan melewatkan makan jika saat menyusui karena dapat memperpendek umur dan daya hidup.
4. Jadilah ahli efesiensi.
Memilih makanan yang bergizi tidak harus mahal, yang terpenting sesuai dengan kebutuhan nutrisi selama laktasi.
5. Karbohidrat adalah isu komplek.
Karbohidrat komplek kaya akan vitamin dan mineral, sehingga menghasilkan air susu yang baik dan cukup.
6. Yang manis tidak ada manfaatnya- bahkan menimbulkan masalah.
Kalori yang berasal dari gula, kurang bermanfaat, konsumsi makanan yang manis dikurangi.
7. Makanlah makanan yang alami.
Makanan olahan biasanya banyak kehilangan nilai gizinya sehingga akan mengurangi nilai gizi air susu.
8. Buatlah kebiasaan makan yang baik sebagai kebiasaan keluarga, hal ini akan bermanfaat untuk kesehatan keluarga.
Jangan minum minuman beralkohol, obat-obatan, kopi atau merokok. Hal tersebut akan mempengaruhi produksi air susu dan menimbulkan gangguan pada ibu dan bayi.

Ibu yang menyusui membutuhkan makanan ekstra. Untuk memproduksi 600- 800 ml ASI per hari, diperlukan tambahan kalori sebanyak 500 kkal. Bila tidak diimbangi peningkatan makanan, sumber kalori tersebut diambil dari tubuh ibunya sehingga membahayakan status gizi ibu dan bayinya.

Best Mexican Food in Arizona

Tidak ada makanan yang secara khusus disarankan bagi ibu menyusui. Mereka harus makan seperti biasanya, dengan menu beragam sesuai pola makan yang seimbang– empat sehat lima sempurna. Porsinya saja yang perlu ditambah, baik melalui makan besar maupun ‘ngemil’.

Beberapa tips berikut mungkin bermanfaat:
Anjuran:
  • Perbanyak minum. Ibu menyusui cenderung untuk merasa cepat haus karena sebagian air yang diminum dipakai tubuh untuk memproduksi ASI (87% kandungan ASI adalah air). Tambahkan frekuensi minum sebanyak 4- 5 gelas per hari agar tubuh tidak kekurangan cairan. Selain air putih, susu dan buah juga dapat menjadi sumber cairan. Air seni ibu hamil yang cukup minum berwarna kuning muda, kecuali bila sebelumnya mengkonsumsi vitamin B kompleks (menjadi kuning keemasan).
  • Perbanyak frekuensi makan menjadi lima kali: makan pagi, makan siang, snack sore, makan malam dan snack malam.
  • Perbanyak makanan yang kaya protein dan kalsium. Protein dan kalsium sangat diperlukan untuk produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Kebutuhan protein minimal adalah 1 gram per kg berat badan. Konsumsi kalsium yang dianjurkan adalah 1.200 mg. Susu, yoghurt, keju, tahu dan tempe adalah sumber protein dan kalsium yang bagus. Konsumsi makanan dan buah-buahan yang mengandung Vitamin D, magnesium dan zinc juga diperlukan untuk memperlancar penyerapan kalsium.
  • Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin. Suplemen vitamin A, C, B1, B2, B12, niasin dan asam folat sangat diperlukan pada masa menyusui.
  • Pastikan kecukupan konsumsi zat besi agar ibu menyusui tidak anemia. Zat besi banyak terdapat pada sayuran seperti kangkung, bayam dan katuk. Katuk merupakan sayuran spesial bagi ibu menyusui, karena dalam 100 g daun katuk terdapat sekitar 2.7 mg zat besi dan 204 mg kalsium.

Pantangan:
  • Jauhi makanan yang berkalori rendah agar tidak mengurangi selera makan.
  • Jauhi rokok dan alkohol karena dapat meracuni bayi dan membuat pertumbuhannya terhambat.
  • Kurangi kafein. Bila ibu menyusui sudah terbiasa minum kopi, batasi konsumsinya hingga maksimum 2 cangkir per hari. Selain kopi, kafein juga terdapat pada coklat, teh, beberapa jenis minuman ringan dan obat.
  • Bila bayi mengalami alergi, periksa makanan apa yang telah dikonsumsi ibu. Hentikan konsumsi makanan yang menimbulkan alergi pada bayi.
  • Jangan minum obat selama masa menyusui, kecuali sudah dikonsultasikan dengan dokter.







Contoh Menu Selingan Pagi untuk Ibu Menyusui
Pancake
Bahan:
*  150 g tepung terigu
*  1/2 sdt ragi bubuk
*  1 butir telur ayam
*  1/2 sdt garam halus
*  1 sdm mentega yang dicairkan
*  400 ml susu Prenagen
*  Mentega untuk mendadar
*  Madu

Cara membuat:
1.      Masukkan tepung terigu ke dalam sebuah wadah, beri ragi lalu aduk
hingga rata.
2.      Masukkan telur, garam dan mentega cair, lalu aduk hingga rata.
3.      Tuang susu Prenagen sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
4.      Diamkan kira-kira 5 menit hingga mengembang.
5.      Panaskan wajan (garis tengah 16 cm) untuk mendadar lalu olesi dengan
mentega.
6.      Tuangkan satu sendok sayur adonan dalam wajan dan tutup.
7.      Setelah matang dan kering, lalu angkat.
8.      Lakukan hal yang sama sampai adonan habis.
9.      Isi pancake dengan madu, lalu lipat bentuk segitiga.
10.     Hidangkan.
11.     Hasil: 15 lembar dadar





DONAT BAKAR
Resep Sarapan Sehat Keluarga : Resep DONAT BAKAR
Bahan Membuat Donat Bakar:
  • 350 g tepung terigu protein tinggi
  • 1/2 sdt garam
  • 1 bks ragi instan
  • 1 sdm air gula (simpel sirop)
  • 50 g gula pasir
  • 200 ml air hangat
Untuk Merebus:
  • 2,5 ltr air
  • 1 sdt simpel sirop
Bahan Isi Donat:
  • 6 sdm sambal botol
  • 6 sdm saus tomat
  • 3 sdm mustrad
  • 12 sdm mayones
  • 6 lbr daging asap, iris tipis
  • 12 lbr keju
  • 12 lbr daun selada
  • 4 bh tomat merah, iris
  • 2 bh mentimun jepang, iri serong
Cara Membuat Donat Bakar:
  • Aduk tepung terigu, garam, ragi instan, simpel sirup, gula pasir, dan air, lalu uleni sampai elastis. Diamkan adonan selama 1 jam.
  • Kempiskan adonan, timbang @ 50 g, bulatkan lalu lubangi tengahnya, istirahatkan 10-20 menit.
  • Didihkan bahan merebus, masukkan adonan, rebus selama 30 detik. Angkat lalu tiriskan.
  • Panaskan oven dan panggang hingga matang atau kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.
  • Belah mendatar masing-masing donat menjadi 2 bagian. Oleskan sambal, saus tomat dan mustard. Tata daun salada, daging asap, keju, tomat dan mentimun, kemudian siram dengan mayones.
  • Bakar sebentar agar keluar aroma yang menggugah selera.
  • Sajikan selagi panas.
Untuk 6 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 241 Kkal
Protein: 14,2 g
Lemak: 10,6 g
Karbohidrat: 22,8 g

Tidak ada komentar:

Posting Komentar